Ekonomi

SINAR- Selasa (21/07) – Rapat senat terbuka ke-43 yang digelar oleh IAIN Surakarta pada Senin (20/07) berjalan dengan lancar. Prosesi wisuda dilakukan secara daring dari kediaman penuntut masing-masing dan tepat yang bertempat digedung Graha IAIN Surakarta. Bebrapa mahasiswa menghadiri secara langsung serupa bentuk perwakilan olehkarena itu prosesi wisuda nun dilakukan dalam tanda pandemik Covid-19. Bukan memiliki catatan akademik maupun non-akademik nun negatif, tidak tahu mengalami sanksi pelanggaran akademik maupun non-akademik dari Komisi Lingkungan. Aaz diketahui sudah biasa belajar di Mesir sejak 2010 dan kemudian, dimulai dari tahap S1.

Wisuda kali ini adalah angkatan yang ke10 dengan jumlah wisudawan wisudawati sebanyak 54 orang. Salah satunya adalah seorang kadet PMII yang makbul meraih predikat cumlaude dengan IPK 3, 57. Kejujuran karet dosen dalam berpendapat mahasiswa juga hendak membantu para wisudawan dalam mengemban statusnya sebagai lulusan unggul atau lulus secara predikat cumlaude. Bila penilaian terhadap praja tidak dilakukan secara jujur, maka hendak membebani mahasiswa secara status yang barangkali berat untuk tersebut emban. Marilah member tegakkan dan mendukung tinggi objektivitas serta kejujuran dalam menyampaikan nilai.

Ari juga berpesan kepada para lulusan agar senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi sebagai darma bakti kepada Indonesia. “Perasaan Siti setelah mendapatkan bantuan dan penghargaan laptop serta beasiswa S2, sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada semua sivitas akademik yang telah memberikan dorongan motivasi dan dukungannya kepada Siti. Siti sangat senang dan bangga mendapatkan fasilitas buat melanjutkan pendidikan di jenjang S2.

Istimewanya lagi, Siti meraih itu semua dalam kurun waktu 3, 5 tahun. Jika sebelumnya teman-teman mendapatkan beasiswa saat masih menempuh pendidikan sarjana, maka IPK tinggi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan beasiswa saat S2. Hal ini penting, sebab walaupun program pasca sarjana itu lebih singkat tapi biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan program sarjana. Jadi beasiswa menjadi salah satu bagian penting juga dalam program ini.

Bangga karena bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan setiap orang tentu punya kisahnya masing-masing dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Laki-laki yang akrab disapa Bang Maman ini punya cerita unik dari pengalamannya menjalani kehidupan kampus. Fakultas Ekonomi kembali mengyudisium mahasiswanya yang berasal dari Prodi EKP sebanyak 13 mahasiswa. Rinaldi iswan, M,. Sc sebagai ketua panitia Yudisium melaporkan Berdasarkan tahun masuk dari 13 mahsiswa yang ditudisium 1 orang angkatan 2012, 3 orang angkatan 2013 dan 9 orang angkatan 2014. Berdasarkan peringkat kelulusan 7 orang dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan, 4 orang memuaskan dan 2 orang lulus dengan predikat pujian dengan rata-rata masa kelulusan yaitu 5 tahun dan rerarta IPK 3, 26.

Mahasiswa cumlaude

Dalam tekadnya, Deo bercita-cita untuk menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia sebab ia tertarik akan isu energi untuk kehidupan di masa depan. Tak hanya aktif di dalam kampus, Deo juga aktif dalam kegiatan luar kampus. Beberapa kegiatan internship dan kerja praktik pernah dilakukan oleh Deo seperti internship dari Philip Morris International, Schlumberger, Star Energy Geothermal Ltd, dan PT. “Rasanya senang karena menambah pengalaman dan pembelajaran, ” ungkapnya. Selain itu, ia pernah menjadi delegasi Indonesia di Bonn, Jerman untuk datang pada acara Sustainable Development Goals Global Festive Campaign 2018.